Media AS: Sumber Senjata Hamas dari Amunisi Israel yang Gagal Meledak hingga Kapal Militer Inggris

New York Times, media Amerika Serikat (AS) membeberkan sumber senjata Hamas. Dalam artikel yang ditulis New York Times, Minggu (28/1/2023) disebutkan sejumlah besar senjata yang digunakan oleh gerakan Perlawanan Palestina itu mungkin berasal dari tentara Israel sendiri. Intelijen yang dikumpulkan oleh para ahli senjata, pejabat Israel dan Barat telah mengungkapkan bahwa Hamas telah mampu membuat banyak roket dan persenjataan anti tank dari ribuan amunisi Israel yang gagal meledak, ketika Israel melemparkannya ke Gaza.

“Yang jelas sekarang adalah senjata yang digunakan pasukan Israel untuk menegakkan blokade Gaza selama 17 tahun terakhir kini digunakan Hamas untuk melawan Israel itu sendiri,” kata laporan itu. The New York Times mengutip Michael Cardash, mantan wakil kepala Divisi Penjinak Bom Polisi Nasional Israel dan seorang konsultan polisi Israel, yang mengatakan bahwa persenjataan atau amnusi Israel yang tidak meledak adalah sumber utama bahan peledak bagi Hamas. Selain itu, media AS tersebut juga mengatakan, sumber senjata Hamas diduga dari gudang senjata Israel.

Di mana gudang senjata itu, menurut Pemerintah Israel sendiri rentan terhadap pencurian. Media AS: Sumber Senjata Hamas dari Amunisi Israel yang Gagal Meledak hingga Kapal Militer Inggris Hamas Ciptakan Senjata dari Bom Israel yang belum Meledak

Hamas Kreatif Daur Ulang, Sebagian Besar Senjata Hamas Bersumber dari Israel, Kata Media AS & Israel Hamas Kreatif, Daur Ulang Sebagian Besar Senjata Israel Untuk Lawan IDF, Kata Media AS & Israel Tak Disangka, Sumber Senjata Brigade Al Qassam Hamas Justru Berasal dari Tentara Israel Sendiri

Sebagian Besar Senjata Hamas Bersumber dari Israel Pengakuan Kakak Ipar soal Ria Ricis Tak Pernah Disentuh, Teuku Ryan: Paham Agama Seperti Fitnah Halaman 4 Menurut New York Times, ribuan amunisi dan granat dicuri dari pangkalan Israel yang tidak dijaga dengan baik dan dikirim ke Tepi Barat dan Gaza melalui Sinai.

Sementara iru pengepungan yang diberlakukan oleh otoritas Israel di Gaza pada tahun 2007 memaksa Hamas untuk menjadi kreatif, termasuk dalam persenjataan. Oleh karena itu, kemampuan manufaktur Palestina sekarang cukup canggih untuk membuat hulu ledak bom yang beratnya mencapai 2.000 pon, untuk memanen bahan peledak tersebut dan menggunakannya kembali. The New York Times juga menyatakan bahwa setelah perang Israel tahun 2014, Brigade Al Qassam, sayap militer Hamas, membentuk tim teknik.

Tugas tim teknik ini untuk mengumpulkan amunisi yang belum meledak seperti peluru howitzer dan bom MK 84 buatan AS, mengutip Palestine Chronicle. Selain itu, pada tahun 2019, Brigade Al Qassam dilaporkan menemukan ratusan amunisi di dua kapal militer Inggris era Perang Dunia I yang tenggelam di lepas pantai Gaza satu abad sebelumnya. Di sisi lain menurut analis kebijakan Timur Tengah Ahmed Fouad Alhatib, cara paling penting bagi Hamas untuk mendapatkan persenjataan adalah melalui produksi dalam negeri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *